Monday, February 6, 2012

“Peranan Kewirausahaan dalam Menjawab Permasalahan Bangsa”


PENDAHULUAN

Sebagian besar permasalahan utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia merupakan permasalahan lama yang sedari dulu tidak diselesaikan dengan baik dan cenderung diabaikan sehingga semakin hari permasalahan-permasalahan tersebut berkembang semakin parah. Permasalahan internal bangsa Indonesia itu antara lain kemiskinan, semakin bertambahnya pengangguran, rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat, mahalnya harga pangan, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat, dan berbagai permasalahan lainnya. Untuk menjawab berbagai permasalahan bangsa tersebut sangat dibutuhkan peran wirausaha (entrepreneur) yaitu sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang kreatif, inovatif, dinamis, dan proaktif terhadap tantangan yang ada. Setiap individu harus berusaha untuk menjadi produktif, memiliki kemandirian yang tinggi, mampu melihat peluang dan tantangan yang ada, mampu memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan, mampu memahami dan mengimplementasikan manajemen bisnis, serta berguna dan memberikan manfaat baik untuk dirinya maupun untuk orang lain, organisasi, masyarakat, dan bangsa. Wirausaha usaha memiliki peran yang besar dalam perekonomian nasional seperti :
·         Menciptakan lapangan kerja
·         Mengurangi pengangguran
·         Meningkatkan pendapatan masyarakat
·         Mengkombinasikan faktor – faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
·         Meningkatkan produktivitas



PEMBAHASAN
Wirausaha atau entrepreneur adalah seorang yang bertanggung jawab atas sebuah bisnis dengan memikul risiko untung atau rugi. Entrepreneur dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu business entrepreneur (wirausaha bisnis) dan social entrepreneur (wirausaha sosial). Perbedaan pokok keduanya terletak pada pemanfaatan keuntungan. Bagi business entrepreneur keuntungan yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha, sedangkan bagi sosial entrepreneur keuntungan yang didapat (sebagian atau seluruhnya) diinvestasikan kembali untuk pemberdayaan masyarakat.  Social entrepreneur adalah orang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurshipnya untuk melakukan perubahan sosial (sosial change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan dan kesejahteraan (healthcare). Jika business entrepreneurs mengukur keberhasilan dari kinerja keuangannya (keuntungan ataupun pendapatan), maka keberhasilan social entrepreneurs diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Permasalahan mendasar bangsa Indonesia antara lain :
1.      Kemiskinan
2.      Pengangguran
3.      Besarnya hutang luar negeri
4.      Kelaparan dan krisis pangan
5.      Mahalnya harga pangan
6.      Buruknya sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat

Kewirausahaan sosial adalah solusi yang paling tepat dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Kewirausahaan sosial merupakan gerakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sosial, misalnya mengurangi kemiskinan, menyediakan makanan bergizi bagi kaum miskin, asuransi kesehatan dan pendidikan. Gerakan ekonomi dalam konteks ini digerakkan oleh cause-driven, bukan profit-driven. Artinya, tujuan yang hendak dicapai dari aktivitas ekonomi tadi adalah implikasinya terhadap kelompok sasaran, jika masyarakat miskin menjadi kelompok sasarannya, diharapkan kondisi kemiskinan tersebut dapat teratasi.

1.    Kemiskinan
Dalam konteks Indonesia, salah satu alternatif solusi bagi pengentasan kemiskinan adalah melalui kewirausahaan sosial. Namun, dibutuhkan strategi yang bisa memperkuat konsep tersebut dalam konteks sosial budaya Indonesia. Ada beberapa strategi yang teridentifikasi, yaitu :
·  Pertama, pendekatan kewirausahaan sosial sebagai bentuk investasi kepada kelompok sosial tertentu, dalam hal pengentasan kemiskinan ini maka kelompok masyarakat miskin yang menjadi sasaran. Investasi disalurkan melalui modal produktif dalam berbagai wujud sumber daya finansial kepada masyarakat miskin.
·  Kedua, penguatan jaringan (networking) dengan kelompok lain yang dapat memberikan ruang bagi kelompok masyarakat miskin guna mendistribusikan atau menjual produk yang dihasilkan dari aktivitas kelompoknya.
· Ketiga, penguatan kapasitas kelompok masyarakat miskin dalam aspek manajemen ekonomi produktif, sehingga dalam jangka panjang masyarakat miskin dapat melipatgandakan usaha produktifnya dan sekaligus meningkatkan pendapatan serta keuntungan yang mereka peroleh.
· Keempat, pembangunan kepercayaan (trust building) sebagai awal dari keseluruhan proses tersebut, hal ini bermanfaat bagi peningkatan moral masyarakat miskin sehingga merasa lebih dihargai dan diberi kesempatan secara aktif untuk keluar dari kemiskinannya.
Keempat strategi tersebut merupakan perspektif kewirausahaan yang masuk ke dalam kelompok sosial spesifik, menggunakan pendekatan sosial (dalam wujud penguatan trust) dan bertujuan untuk mengatasi permasalahan sosial. Melalui strategi itu diharapkan ruang sosial terbangun secara praktis. Hal tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dalam beberapa program pemberdayaan masyarakat, tapi belum ada pengaruh yang signifikan dari aplikasi prinsip tersebut terhadap pengentasan kemiskinan.
Perubahan dalam bentuk peran dan kesempatan ekonomi produktif bagi kelompok tersebut, semestinya diiringi dengan perubahan yang menyeluruh dalam cara pandang terhadap diri dan orang lain, sehingga mereka mampu untuk berakselerasi dengan aktivitas ekonomi yang lebih dahulu berjalan. Kemudian kendala atau hambatan dari struktur yang mengitari aktivitas usaha-usaha sosial tersebut, seperti misalnya struktur birokrasi, struktur pasar dan lingkungan politik harus pula diatasi karena faktor ini merupakan ruang yang tidak mudah untuk dihadapi atau diantisipasi pengaruhnya terhadap pergerakan kelompok masyarakat tersebut dalam aktivitas ekonomi produktifnya. Jika faktor ini kontraproduktif terhadap gerakan yang hendak melakukan perubahan secara berkelanjutan tersebut, perubahan peran dan posisi kelompok masyarakat itu tidak menyeluruh. Karena itu, tetap diperlukan pengawalan dari negara agar gerakan ekonomi berbasis kelompok sosial ini dapat secara konsisten berjalan.
2.      Pengangguran
Kewirausahaan memegang peranan besar dalam mengurangi angka pengangguran di berbagai negara. Kegiatan wirausaha secara otomatis menyerap tenaga kerja sehingga memberi kesempatan kerja pada pengangguran sehingga diharapkan dengan berkembangnya berbagai wirausaha di Indonesia akan dapat mengurangi angka penganguran secara signifikan. Di banyak Negara seperti, China, Korea, Taiwan dan banyak Negara maju lainnya peranan lembaga inkubator sangat penting dalam rangka penumbuhan wirausaha baru, khususnya yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) knowledge-based entrepreneurs. Menumbuhkan wirausaha baru yang berbasis IPTEK ini menjadi sangat penting untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha yang memiliki daya saing tinggi. Jadi, menumbuhkan wirausaha baru bukan hanya untuk mengatasi masalah pengangguran, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing para pelaku bisnis itu sendiri. Kalau para pelaku bisnis meningkat daya saingnya, maka daya saing ekonomi kita juga akan lebih meningkat. Sesungguhnya kewirausahaan adalah hal yang memungkinkan terjadinya multiplier effect, artinya seorang wirausaha yang menerapkan kewirausahaan mampu menciptakan dampak positif bagi dirinya dan sekitarnya. Hal tersebut tidak terbatas hanya pada kata memberikan lapangan pekerjaan, tetapi lebih menekankan tentang bagaimana seseorang bermanfaat dan berperan bagi lingkungannya. Maksudnya kewirausahaan tidak hanya berbicara tentang seorang businessman yang memulai sebuah bisnis, kemudian bisnis tersebut mendatangkan profit bagi dirinya dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Lebih dari itu kewirausahaan membahas tentang bagaimana setiap orang mampu berperan dan bermanfaat sesuai dengan jati dirinya, sehingga mempunyai peran yang berarti dan nilai lebih bagi dirinya secara pribadi dan sekitarnya sebagai dampak positif.
3.      Kelaparan dan krisis pangan
Permasalahan pokok yang dihadapi dalam bidang ketahanan pangan adalah bagaimana mencukupi kebutuhan pangan nasional dengan sumber daya alam yang sangat terbatas jumlahnya dan pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas, hal ini erat kaitannya dengan bidang pertanian. Dalam perkembangannya petani juga memerlukan jiwa entrepreneur yang tangguh guna mewujudkan ketahanan pangan tersebut. Di sisi lain, fenomena yang terjadi di kalangan petani adalah rendahnya kemampuan manajemen agribisnis yang rendah sehingga petani tidak mampu menghadapi tantangan-tantangan yang muncul dalam proses produksi. Untuk itu pembentukan mental entrepreneur farmer diperlukan di kalangan petani dalam usaha untuk dapat tetap eksis menghadapi tantangan dalam memproduksi pangan maupun ke sistem pemasarannya. Dalam mewujudkan Indonesia yang berketahanan pangan, petani yang yang memiliki jiwa entrepreneur farmer yang tinggi serta memiliki kemampuan manajemen agribisnis yang kuat adalah modal utama untuk mewujudkan ketahanan pangan itu sendiri. Selain perombakan mental petani, harus didukung juga oleh kebijakan-kebijakan pemerintah pusat melalui pemberian penyuluhan dan pelatihan yang intensif. Penerapan mental entrepreneur farmer juga mampu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh petani sesuai dengan karakteristik yang dimiliki. Dengan demikian, pengembangan sektor pertanian yang optimal diharapkan mampu menciptakan Indonesia yang berketahanan pangan.

KESIMPULAN
Dari pernyataan-pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pemasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini tidak akan ada habisnya. Kemiskinan, Pengangguran, besarnya hutang luar negeri, kelaparan dan krisis panga, mahalnya harga pangan dan buruknya sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat merupakan masalah umum yang di hadapi bangsa Indonesia. Dimana salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan adanya wirausaha.
Wirausaha atau entrepreneur adalah seorang yang bertanggung jawab atas sebuah bisnis dengan memikul risiko untung atau rugi. Wirausaha sebagai salah satu jalan keluar untuk memecahkan masalah memegang peranan besar dalam hal pengentasan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran di berbagai daerah dan juga dalam bidang ketahanan pangan (pertanian). Dimana peranannya mampu membangun perekonomian nasional dengan tidak membebani pemerintah dan masyarakat, Meningkatkan pendapatan masyarakat, Meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi.

DAFTAR PUSTAKA

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

download,pdf,agribisnis,ppt,studi,kasus,perbankan,kelayakan,skripsi,pkl